twitter



Halo kembali lagi bersama saya, dalmahave! Okay, kali ini saya akan membawakan sebuah review tentang film yang sedang baru dan hangat yang tentunya sedang banyak diperbincangkan oleh orang banyak. Yaitu film yang berjudul The Hunger Games dan film lama yang berjudul Battle Royale. Jangan lupa bacanya sambil makan ya, soalnya panjang banget, Hahaha

Apa hubungannya dengan komik ? Tenang saja, nanti ada hubungannya kok, hehe. Langsung aja cekidot!

The Hunger Games

“Aku bersedia menjadi sukarelawan menggantikan Prim!”

Suara Katniss menggemuruh dan memecahkan keributan menjadi kesunyian. Tubuh nya yang gemetaran bergerak menuju panggung bagi orang-orang yang terpilih untuk mengikuti Hunger Games.

Hunger Games merupakan sebuah kompetisi rutin yang dilaksanakan oleh Capitol –Ibukota Negara- di negara mereka setiap tahunnya. Kompetisi yang penuh dengan insiden berdarah karena dua puluh empat orang (dari setiap Distrik terpilih seorang laki-laki dan seorang perempuan) harus bertempur di sebuah arena yang diasingkan dari negara mereka. Dua puluh empat orang tersebut harus saling membunuh satu sama lain, dan tertinggalah satu peserta yang bertahan hidup, dan dialah yang menjadi pemenangnya. 

Katniss menggantikan adiknya yang terpilih secara undian ,Prim, untuk mengikuti acara ini. Dia tidak tahan apabila melihat adiknya terbunuh dalam permainan “makan dan dimakan” ini.  Bersama Peeta, peserta pria, mereka berdua terpilih menjadi wakil dari Distrik 12.

Seluruh peserta yang terpilih  berkumpul di Capitol diberikan kesempatan untuk “berbahagia” dan menjalani pelatihan sebelum mereka dimasukkan kedalam arena. Didalam pelatihan, seluruh peserta memperlihatkan kemampuan dan kelebihan mereka masing-masing.

Saat waktu yang ditunggu tiba, mereka akhirnya berada di arena, yaitu sebuah hutan yang tidak diketahui keberadannya. Dua puluh empat orang yang berbeda karakter, saling membunu satu sama lain, demi satu kata – hidup. 

Disana Katniss dan yang lainnya mendapatkan arti sesungguhnya tentang persahabatan, pengkhianat, dan arti hidup.  Berharap Katniss dan Peeta bisa selamat dan kembali ke Distrik mereka dengan selamat, walau kesempatan mereka untuk menang hanya kecil, yaitu Capitol hanya membutuhkan satu pemenang.

Battle Royale
 “Mengapa kami ada disini?"

Di Jepang, pemerintah mengumpulkan dua puluh empat orang siswa disekolah yang amat nakal, atau yang lebih keras disebut tidak berguna.  Pemerintah mengumpulkan anak-anak tidak berguna ini  disuatu tempat dan mereka harus saling membunuh satu sama lain hingga tersisa satu orang lagi. Dengan emosi dan amarah meluap, mereka mencoba memberontak kepada pemerintah, tapi apa daya, mereka yang memberontak itu malah dibunuh oleh Pemerintah.

Mereka semua harus menerima kenyataan bahwa mereka tengah menjadi “permainan negara” walaupun harus dengan perasaan terpaksa. Siapakah yang dapat bertahan hidup ? Dapatkah mereka mempercayai satu sama lain ditengah kondisi seperti ini ?
Jika dalam waktu yang telah ditentukan, belum tersisa satu peserta, maka para peserta itu akan  mati karena bom yang berada di kalung mereka meledak . Jadi tidak ada pilihan lain, selain mati dibunuh, tidak mati dengan membunuh, atau mati dengan bunuh diri.

Menurut Saya :

Dari kedua cuplikan cerita diatas, tentunya teman-teman semua pasti menyadari suatu kemiripan. Yap, The Hunger Games dan Battle Royal memang memiliki kesamaan.  Kesamaan tersebut terdapat dari temanya yaitu harus saling membunuh hingga tertinggal satu orang lagi yang menjadi pemenangnya.  Acara ini dijadikan acara reality show yang disiarkan di negara mereka, walaupun semua pembunuhannya memang benar-benar nyata.
Disini kita tidak akan pernah membahas mengenai plagiat ataupun hak cipta  antara kedua karya diatas, disini kita hanya akan membandingkan keduanya saja . 

Pertama, kita masuk ke Hunger Games, novel yang dikarang oleh Suzanne Collins ini diterbitkan pada tahun 2008. Berkisah tentang perjuangan seorang gadis yang harus bisa mengalahkan permainan di arena maut, yang bernama “Hunger Games”. 

Permainan ini disebabkan terdapatnya pemberontakan terhadap Capitol yang dilaksanakan oleh distrik-distrik yang ada dinegara itu. Akibatnya pihak Capitol yang dapat mengalahkan mereka semua dan langsung membuat peraturan baru agar tidak terjadi pemberontakan lagi (Atau bisa jadi sebagai alasan balas dendam).

Kagum dengan usaha Katniss dan Peeta yang berusaha menjadi yang terbaik agar bisa mendapatkan sponsor (sponsor berguna untuk alat bantuan ketika mereka di arena nanti).  Rue yang menjadi teman Katniss di arena harus berakhir menyedihkan, padahal sosok Rue mengingatkan Katniss pada Prim, adiknya.

Capitol benar-benar penguasa yang pandai dalam “memainkan pion catur” di Hunger Games. Sesuka hati mereka membuat binatang buas untuk mempercepat proses permainan.
Penggambaran seluruh cerita dinovel memang sangat bagus dan baik, bahasa yang digunakan memudahkan pembaca membayangkan kondisi pertempuran yang sebenarnya. 

Sedangkan untuk filmnya yang baru keluar Maret 2012 ini, saya  cukup suka dengan pemilihan tokoh dan karakter di film ini, penggambaran Capitol yang bagus, serta semuanya cocok memerankan peran mereka masing-masing, tapi sayangnya pemeran Peeta lebih pendek dari Katniss haha.

Sedangkan untuk suasana dihutan dan proses permainanannya, saya lumayan suka, tapi tidak begitu bagus, rasa kaget tidak begitu banyak dirasakan, dan adegan pembunuhannya tidak begitu dilihatkan begitu sadis, mungkin ini sebagai alasan agar film ini dapat ditonton oleh remaja-remaja. Dan satu lagi, selain kurang dapat feelnya di pertarungannya, film ini lebih menjurus ke arah percintaan sepertinya. Apalagi saat Katniss dan Peeta di gua. Dan Adegan paling saya suka pada saat Rue meninggal, itu sangat mengena dihati.

Berharap agar Catching Fire lebih baik dari Hunger Games. Untuk yang lebih ingin jelas mengenai Hunger Games, lebih baik baca novelnya lebih terlebih dahulu, agar lebih bisa paham hehe.

 Rating untuk film The Hunger Games saya berikan  : 8.0/10. 

“Bagus.. Tapi tidak sempurna..”

Untuk Battle Royale, saya jauh lebih suka dengan filmnya dari pada komiknya. Film tahun 2000 yang diadaptasi dari Komik  & novel ini sangat lebih dramatis, selain pembunuhannya yang terlihat, disini para pemerannya sangat menghayati peran mereka sebagai seorang anak-anak yang nakal . Mereka harus membunuh teman mereka sendiri, gimana perasaan mereka kebayang, kan ?

Dan berbekal senjata yang diberikan pemerintah, hal ini semakin membuat suasana mencekam.  Sebagai tambahan,  Film ini sempat menjadi box office di Jepang. 

  Untuk komiknya, saya sangat suka dengan gamba atau art worknya, sangat realistis dan nyata, suasana mencekam juga terasa disana. Bahkan lebih dari film nya. Tetapi yang saya tidak suka dan membuat saya berhenti membaca komiknya yaitu komik ini dari volume dua keatas ternyata komik ini untuk pembaca dewasa dengan gambarnya yang tidak cocok bagi pembaca anak-anak. Banyak adegan dewasa disana-sini, dan saya langsung hanya melihat endingnya, dan ternyata ending dari film dan komiknya berbeda .

Rating Untuk film Battle Royale I : 8.3 /10

Walaupun The Hunger Games dan Battle Royale memiliki banyak kesamaan, tetapi mereka juga memiliki banyak perbedaan, yang mebuat mereka memiliki penggemar mereka masing-masing. 

Sumber Gambar : Istimewa

3 komentar:

  1. Nice review.

    Saya sendiri sempet bosen nonton Hunger Games di awal2.

  1. thank you, yap sepertinya memang harus membaca novelnya dahulu baru menontonnya..

  1. Dari dulu pengen nonton Battle Royal tapi belum kesampekan :'(

Poskan Komentar

Teman-teman, komen ya! buat penambah semangat! Bagi yang tidak memiliki account, bisa menggunakan Anymous hehehe

Related Posts with Thumbnails